Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

10 Wanita Tercantik di Dunia

Wanita Tercantik di Dunia. Baru-baru ini majalah people kembali mengumumkan sepuluh wanita tercantik di dunia, di peringkat pertama ada Beyonce disusul oleh wanita cantik yang bernama Sofia Vergara, di urutan ketiga ada wanita cantik yang berasal dari afrika selatan Charlize Theron. Siapakah 10 wanita cantik tersebut?

Simak Berikut Ini 10 Wanita Tercantik di Dunia Menurut Majalah People :

1. Beyonce
Wanita Tercantik
Beyonce, wanita paling tercantik di dunia menurut majalah people, Beyonse sendiri memiliki banyak prestasi termasuk menjadi pemenang sebanyak 16 kali di grammy, dan merupakan seorang aktris dan ikon gaya kecantikan di dunia.

2. Sofia Vergara
Wanita Tercantik
Dengan parasnya yang cantik, Vergara mulai menekuni indusrti hiburan dengan menjadi seorang modeling, tetapi berhenti pada tahun 1990, ketika ia menikah dengan kekasih SMA-nya. Dua tahun kemudian, ia mempunyai seorang anak, kecantikannyapun tak pernah pudar sampai sekarang.

3. Charlize Theron 
Wanita Tercantik
Charlize Theron adalah aktris cantik dan glamor asal Afrika Selatan, Theron sendiri pertama kali tampil bermain film sebagai peran pendukung dengan tarif biasa-biasa saja di Hollywood, seperti di filmnya yang berjudul Advocate The Devil dan The Legend of Bagger Vance. 

4. Lily Collins
Wanita Tercantik

5. Madeleine Stowe
Wanita Tercantik

6. Christina Hendricks
Wanita Tercantik

7. Michelle Williams
Wanita Tercantik
8. Paula Patton
Wanita Tercantik

9. Miranda Lambert
Wanita Tercantik

10. Kate Midelton
Wanita Tercantik
Wanita Tercantik di Dunia. Baru-baru ini majalah people kembali mengumumkan sepuluh wanita tercantik di dunia, di peringkat pertama ada Beyonce disusul oleh wanita cantik yang bernama Sofia Vergara, di urutan ketiga ada wanita cantik yang berasal dari afrika selatan Charlize Theron. Siapakah 10 wanita cantik tersebut?

Simak Berikut Ini 10 Wanita Tercantik di Dunia Menurut Majalah People :

1. Beyonce
Wanita Tercantik
Beyonce, wanita paling tercantik di dunia menurut majalah people, Beyonse sendiri memiliki banyak prestasi termasuk menjadi pemenang sebanyak 16 kali di grammy, dan merupakan seorang aktris dan ikon gaya kecantikan di dunia.

2. Sofia Vergara
Wanita Tercantik
Dengan parasnya yang cantik, Vergara mulai menekuni indusrti hiburan dengan menjadi seorang modeling, tetapi berhenti pada tahun 1990, ketika ia menikah dengan kekasih SMA-nya. Dua tahun kemudian, ia mempunyai seorang anak, kecantikannyapun tak pernah pudar sampai sekarang.

3. Charlize Theron 
Wanita Tercantik
Charlize Theron adalah aktris cantik dan glamor asal Afrika Selatan, Theron sendiri pertama kali tampil bermain film sebagai peran pendukung dengan tarif biasa-biasa saja di Hollywood, seperti di filmnya yang berjudul Advocate The Devil dan The Legend of Bagger Vance. 

4. Lily Collins
Wanita Tercantik

5. Madeleine Stowe
Wanita Tercantik

6. Christina Hendricks
Wanita Tercantik

7. Michelle Williams
Wanita Tercantik
8. Paula Patton
Wanita Tercantik

9. Miranda Lambert
Wanita Tercantik

10. Kate Midelton
Wanita Tercantik
Detail

10 Tokoh Tersohor Dunia Sains Tahun 2012

Stephen Hawking
Sepanjang 2012, dunia teknologi dan sains berkembang sangat pesat. Berbagai tokoh, lawas maupun baru, bermunculan mencuri perhatian masyarakat dunia.
Selain berkontribusi dalam bidang sains, para tokoh-tokoh ini berhasil mencetak sejarah bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Kantor berita Inggris BBC mendata 10 tokoh yang tersohor pada  tahun ini:

1. Neil Armstrong

Neil Armstrong
Armstrong adalah manusia pertama yang menginjakkan kakinya ke bulan pada 20 Juli 1969 di usia 38 tahun. Komandan misi Apollo 11 ini pada tahun 2012 tutup usia dan menjadi bahan pemberitaan media sedunia.

Armstrong meninggal karena sakit komplikasi pada usia 82 tahun setelah menjalani operasi kardiovaskular, dua hari setelah ulang tahunnya pada 5 Agustus.

Sebagai anggota korps Angkatan Laut Amerika Serikat, Armstrong dalam wasiatnya meminta agar jasadnya dilarung di laut. Akhirnya sekitar sebulan setelah kematiannya, abu jasadnya dilepas ke laut melalui kapal USS Philippine Sea.

2. Peter Higgs

Meski mencetuskan partikel Tuhan Pada tahun 1964, nama fisikawan Peter Higgs kembali diperbincangkan pada awal Juli 2012. Namanya kembali mencuat saat dua tim yang bereksperimen terpisah di Large Hadron Collider, A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS), dan Compact Muon Solenoid (CMS), mengumumkan temuan sebuah partikel baru, yang memiliki massa sekitar 125-126 gigaelectronvolts (GeV).

Para ilmuwan meyakini 99,999 persen partikel baru tersebut konsisten dengan yang dihipotesakan oleh Higgs 48 tahun lalu. Higgs menemukan sebuah teori partikel subatomik (boson) yang mengisi atau melengkapi massa hingga terbentuk menjadi materi. Partikel hipotesis itu pun memiliki nama yang diambil dari namanya, Higgs boson.

Higgs boson dianggap sebagai perantara yang memungkinkan terbentuknya bintang, planet, juga kehidupan. Caranya adalah dengan memberi massa untuk sejumlah partikel dasar, ini pula yang menyebabkan partikel ini disebut "partikel Tuhan".

3. Felix Baumgartner

Felix Baumgartner lompat dari kapsul di stratosfer
Lelaki pemberani asal Austria ini mengundang decak kagum saat melompat dari ketinggian 39.068 meter dari atas permukaan bumi dengan kecepatan tertinggi 833,9 mph atau 1.342 kilometer per jam dalam waktu 9 menit 3 detik.

Aksinya pada Oktober 2012 tersebut telah memecahkan tiga rekor, yaitu terjun bebas tertinggi di dunia (39.045 meter), terjun bebas tertinggi tanpa parasut (36.529 meter) dan kecepatan tertinggi selama terjun bebas (1.342 km/jam). Melalui aksinya, ia menjadi manusia pertama yang melebihi kecepatan suara tanpa bantuan alat.

Siaran langsung aksi menantang bahaya Felix telah disaksikan oleh delapan juta orang di situs berbagi video Youtube. Ini adalah angka tertinggi untuk live streamingdalam sejarah internet.

4. Stephen Hawking

Pada Pertengahan Desember tahun ini, Fisikawan asal Inggris, Stephen Hawking mendapat hadiah uang sebesar US$3 juta atau sekitar Rp29 miliar atas kontribusi seumur hidupnya dalam kemajuan ilmu fisika.

Penghargaan The Fundamental Physics Prize diberikan atas temuannya yang mengungkapkan adanya radiasi pada lubang hitam. Selain itu, Profesor Hawking yang berusia 70 tahun juga dianggap memberikan kontribusi tinggi terhadap gravitasi kuantum dan aspek-aspek kuantum pembentukan awal 
alam semesta.

Selain Hawking, hadiah dengan nilai yang sama diberikan juga kepada tujuh ilmuwan lain yang memimpin penelitian untuk menemukan partikel baru Higgs boson.

5. Liu Yang

Tiga astronot China sebelum menjalani misi ke luar angkasa
Liu Yang menjadi berita utama di media-media massa di seluruh dunia, setelah ia menjadi astronot wanita pertama China yang berpartisipasi dalam misi roket berawak Shenzhou-9, Juni 2012.

Selain Liu Yang, roket Shenzhou-9 juga berawakkan dua astronot pria, yaitu Jing Haipeng dan Liu Wang. Roket ini diluncurkan secara manual pada Sabtu 16 Juni, bersama dengan modul eksperimental Tiangong-1.

Untuk menjadi astronot diperlukan ketahanan tubuh dan kondisi psikologis yang luar biasa. Liu berhasil membuktikan hal ini. Kepada stasiun televisi pemerintah, CCTV, Liu mengatakan bahwa sejak pertama kali menjadi astronot, ia tidak dibedakan dengan astronot pria.

Selama di luar angkasa, tiga astronot ini telah berhasil menyatukan Shenzhou 9 secara manual dengan modul utama Tiangong. Penggabungan dua modul ini adalah tahap penting bagi China untuk pembangunan stasiun luar angkasa buatan sendiri yang ditargetkan rampung 2020. Sekaligus pembuktian China sudah mampu mentransfer astronot dari satu kendaraan luar angkasa ke modul yang lain.

Stephen Hawking
Sepanjang 2012, dunia teknologi dan sains berkembang sangat pesat. Berbagai tokoh, lawas maupun baru, bermunculan mencuri perhatian masyarakat dunia.
Selain berkontribusi dalam bidang sains, para tokoh-tokoh ini berhasil mencetak sejarah bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Kantor berita Inggris BBC mendata 10 tokoh yang tersohor pada  tahun ini:

1. Neil Armstrong

Neil Armstrong
Armstrong adalah manusia pertama yang menginjakkan kakinya ke bulan pada 20 Juli 1969 di usia 38 tahun. Komandan misi Apollo 11 ini pada tahun 2012 tutup usia dan menjadi bahan pemberitaan media sedunia.

Armstrong meninggal karena sakit komplikasi pada usia 82 tahun setelah menjalani operasi kardiovaskular, dua hari setelah ulang tahunnya pada 5 Agustus.

Sebagai anggota korps Angkatan Laut Amerika Serikat, Armstrong dalam wasiatnya meminta agar jasadnya dilarung di laut. Akhirnya sekitar sebulan setelah kematiannya, abu jasadnya dilepas ke laut melalui kapal USS Philippine Sea.

2. Peter Higgs

Meski mencetuskan partikel Tuhan Pada tahun 1964, nama fisikawan Peter Higgs kembali diperbincangkan pada awal Juli 2012. Namanya kembali mencuat saat dua tim yang bereksperimen terpisah di Large Hadron Collider, A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS), dan Compact Muon Solenoid (CMS), mengumumkan temuan sebuah partikel baru, yang memiliki massa sekitar 125-126 gigaelectronvolts (GeV).

Para ilmuwan meyakini 99,999 persen partikel baru tersebut konsisten dengan yang dihipotesakan oleh Higgs 48 tahun lalu. Higgs menemukan sebuah teori partikel subatomik (boson) yang mengisi atau melengkapi massa hingga terbentuk menjadi materi. Partikel hipotesis itu pun memiliki nama yang diambil dari namanya, Higgs boson.

Higgs boson dianggap sebagai perantara yang memungkinkan terbentuknya bintang, planet, juga kehidupan. Caranya adalah dengan memberi massa untuk sejumlah partikel dasar, ini pula yang menyebabkan partikel ini disebut "partikel Tuhan".

3. Felix Baumgartner

Felix Baumgartner lompat dari kapsul di stratosfer
Lelaki pemberani asal Austria ini mengundang decak kagum saat melompat dari ketinggian 39.068 meter dari atas permukaan bumi dengan kecepatan tertinggi 833,9 mph atau 1.342 kilometer per jam dalam waktu 9 menit 3 detik.

Aksinya pada Oktober 2012 tersebut telah memecahkan tiga rekor, yaitu terjun bebas tertinggi di dunia (39.045 meter), terjun bebas tertinggi tanpa parasut (36.529 meter) dan kecepatan tertinggi selama terjun bebas (1.342 km/jam). Melalui aksinya, ia menjadi manusia pertama yang melebihi kecepatan suara tanpa bantuan alat.

Siaran langsung aksi menantang bahaya Felix telah disaksikan oleh delapan juta orang di situs berbagi video Youtube. Ini adalah angka tertinggi untuk live streamingdalam sejarah internet.

4. Stephen Hawking

Pada Pertengahan Desember tahun ini, Fisikawan asal Inggris, Stephen Hawking mendapat hadiah uang sebesar US$3 juta atau sekitar Rp29 miliar atas kontribusi seumur hidupnya dalam kemajuan ilmu fisika.

Penghargaan The Fundamental Physics Prize diberikan atas temuannya yang mengungkapkan adanya radiasi pada lubang hitam. Selain itu, Profesor Hawking yang berusia 70 tahun juga dianggap memberikan kontribusi tinggi terhadap gravitasi kuantum dan aspek-aspek kuantum pembentukan awal 
alam semesta.

Selain Hawking, hadiah dengan nilai yang sama diberikan juga kepada tujuh ilmuwan lain yang memimpin penelitian untuk menemukan partikel baru Higgs boson.

5. Liu Yang

Tiga astronot China sebelum menjalani misi ke luar angkasa
Liu Yang menjadi berita utama di media-media massa di seluruh dunia, setelah ia menjadi astronot wanita pertama China yang berpartisipasi dalam misi roket berawak Shenzhou-9, Juni 2012.

Selain Liu Yang, roket Shenzhou-9 juga berawakkan dua astronot pria, yaitu Jing Haipeng dan Liu Wang. Roket ini diluncurkan secara manual pada Sabtu 16 Juni, bersama dengan modul eksperimental Tiangong-1.

Untuk menjadi astronot diperlukan ketahanan tubuh dan kondisi psikologis yang luar biasa. Liu berhasil membuktikan hal ini. Kepada stasiun televisi pemerintah, CCTV, Liu mengatakan bahwa sejak pertama kali menjadi astronot, ia tidak dibedakan dengan astronot pria.

Selama di luar angkasa, tiga astronot ini telah berhasil menyatukan Shenzhou 9 secara manual dengan modul utama Tiangong. Penggabungan dua modul ini adalah tahap penting bagi China untuk pembangunan stasiun luar angkasa buatan sendiri yang ditargetkan rampung 2020. Sekaligus pembuktian China sudah mampu mentransfer astronot dari satu kendaraan luar angkasa ke modul yang lain.

Detail

Ini Dia Orang Paling Berpengaruh di Dunia


Bukan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ataupun Presiden Xi Jinping yang dianggap sebagai sosok paling berpengaruh di dunia. Gelar itu kini dipegang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Majalah Forbes memasukan nama Putin di peringkat paling atas sebagai sosok paling berpengaruh. Putin mengalahkan Barack Obama yang selama tiga tahun terakhir ini berada di peringkat atas.


Ini merupakan pertama kalinya Obama berada di posisi kedua dan terjadi di saat hubungan Rusia dan AS berada pada titik terendah. Putin yang 13 tahun berada di dalam lingkungan kekuasaan di Rusia, terpilih kembali sebagai presiden pada Maret 2012.

Obama di lain pihak, baru saja keluar dari tidak aktifnya pemerintahan selama 16 hari akibat krisis anggaran. Hal tersebut menyisakan rasa malu yang besar terhadap Presiden AS ke-44 itu.

Kini Obama dihadapkan pada masalah lain. Dinas intelijen National Security Agency (NSA) dikecam luas karena melakukan penyadapan terhadap sekira 34 pemimpin negara di dunia.

"Putin terus memperkuat kekuatannya di Rusia, sementara Obama tampak makin menjadi sasaran lemah dibandingkan sebelumnya. Sebagai contoh, kekacauan yang diakibatkan oleh shutdown," tulis Forbes, Kamis (31/10/2013).

Pada Agustus 2013, Rusia memberikan suaka kepada mantan kontraktor NSA Edward Snowden. Sosok Snowden seperti menjadi duri dalam daging karena ulahnya yang membocorkan dokumen intelijen AS.

Satu bulan kemudian, Putin kembali menekan Obama yang menyebabkan dibatalkannya rencana serangan ke Suriah. Ini dihasilkan Putin setelah memberikan saran kepada Suriah untuk menyerahkan senjata kimianya untuk diawasi oleh dunia internasional.

Daftar sosok paling berpengaruh yang dikeluarkan Forbes 2013, menunjuk Presiden China Xi Jinping di posisi ketiga. Presiden Xi akan memerintah Negeri Tirai Bambu selama satu dekade mendatang dan berniat menggeser AS sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Wah ini dia toh orangnya yang punya pengaruh besar di dunia... wah pasti banyak yang berusaha lobi-lobi nih..


SUMBER

Bukan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ataupun Presiden Xi Jinping yang dianggap sebagai sosok paling berpengaruh di dunia. Gelar itu kini dipegang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Majalah Forbes memasukan nama Putin di peringkat paling atas sebagai sosok paling berpengaruh. Putin mengalahkan Barack Obama yang selama tiga tahun terakhir ini berada di peringkat atas.


Ini merupakan pertama kalinya Obama berada di posisi kedua dan terjadi di saat hubungan Rusia dan AS berada pada titik terendah. Putin yang 13 tahun berada di dalam lingkungan kekuasaan di Rusia, terpilih kembali sebagai presiden pada Maret 2012.

Obama di lain pihak, baru saja keluar dari tidak aktifnya pemerintahan selama 16 hari akibat krisis anggaran. Hal tersebut menyisakan rasa malu yang besar terhadap Presiden AS ke-44 itu.

Kini Obama dihadapkan pada masalah lain. Dinas intelijen National Security Agency (NSA) dikecam luas karena melakukan penyadapan terhadap sekira 34 pemimpin negara di dunia.

"Putin terus memperkuat kekuatannya di Rusia, sementara Obama tampak makin menjadi sasaran lemah dibandingkan sebelumnya. Sebagai contoh, kekacauan yang diakibatkan oleh shutdown," tulis Forbes, Kamis (31/10/2013).

Pada Agustus 2013, Rusia memberikan suaka kepada mantan kontraktor NSA Edward Snowden. Sosok Snowden seperti menjadi duri dalam daging karena ulahnya yang membocorkan dokumen intelijen AS.

Satu bulan kemudian, Putin kembali menekan Obama yang menyebabkan dibatalkannya rencana serangan ke Suriah. Ini dihasilkan Putin setelah memberikan saran kepada Suriah untuk menyerahkan senjata kimianya untuk diawasi oleh dunia internasional.

Daftar sosok paling berpengaruh yang dikeluarkan Forbes 2013, menunjuk Presiden China Xi Jinping di posisi ketiga. Presiden Xi akan memerintah Negeri Tirai Bambu selama satu dekade mendatang dan berniat menggeser AS sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Wah ini dia toh orangnya yang punya pengaruh besar di dunia... wah pasti banyak yang berusaha lobi-lobi nih..


SUMBER
Detail

Keteladanan Bung Hatta dan Kisah Tak Mampu Beli Sepatu Bally

Bung Hatta dan Sepatu Bally yang ingin dibeli.
ervakurniwan.worldpress.com
Bung Hatta salah satu tokoh Proklamotor kita dan sosok yang selalu hidup dalam keserdehanaan dan jauh dari pengaruh ingin memanfaatkan ketokohan  serta kekuasaan yang dimiliki buat kepentingan pribadi dan keluarga.Bahkan beliau sampai bersumpah tidak akan kawin sebelum Indonesia merdeka.Ucapan dan janji ini bukan hanya sekedar pemanis bibir saja pada rakyat sebagaimana yang kita lihat pada pemimpin sekarang ini.Bung Hatta membuktikan janjinya baru menikah setelah tiga bulan kemerdekaan di proklamirkan.Beliau baru menikah pada uisa 43 tahun,tepatnya pada tanggal 18 November 1945.Mas kawin yang diberikan oleh Bung Hatta pada Ibu Rahmi saat itupun hanya sebuah buku “Alam Pikiran Yunani”karangan beliau sendiri sewaktu di tahan di Banda Neira tahun 1930 an.Pada saat itu Ibu Rahmi berusia 19 tahun.
DR(HC) Drs.H.Mohammad Hatta dilahirkan di Bukittinggi Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Terlahir dengan nama Mohammad Athar .Bung Hatta juga kita kenal sebagai seorang diplomat,negarawan,bapak Koperasi,wakil Presiden I R.I.Sikap beliau yang dikagumi banyak orang adalah sangat sederhana,jujur,santun,hemat.Hidup beliau benar-benar dibaktikan buat kepentingan bangsa dan negara.Penjara sudah tak terhitung kalinya beliau rasakan dalam memperjuangkan bangsa dan negara dari kekuasaan penjajah bersama Soekarno.
keluarga Bung Hatta.nurmuhlis.wordspress.com
keluarga Bung Hatta.nurmuhlis.wordspress.com
Kisah Sepatu Bally dan Mesin Jahit.
Sekitar tahun1950 sewaktu pulang ke rumah Mohammad Hatta yang waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden R.I di tanya oleh sang isteri Rahmi Hatta mengenai kebijaksaaan pemotongan mata uang ORI(Oeang Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1.Hal itu ditanyakan oleh Rahmi karena dengan kebijaksaan itu dia tidak bisa membeli mesin jahit yang sudah lama dididamkan dan dia telah menabung sekian lama untuk mewujudkan mimipinya itu.
Bung Hatta sebagai seorang suami tentu mengerti perasaan isterinya dan berkata pada sang isteri “Sunggguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh negara. Kita coba menabung lagi, ya?” jawab Bung Hatta.
Sepatu Bally adalah merek sepatu yang pernah dimpikan dan diidamkan oleh Bung Hatta semasa hidupnya. Sepatu Bally sangat terkenal pada masa tahun 1950 an.Beliau karena belum mampu untuk membeli sepatu itu,menggunting  potongan iklan sepatu Bally itu dan menyimpannya di buku harian beliau.Sangat mengharukan dari kisah ini,Keinginan beliau ini hanya menjadi impian saja sampai akhir hayatnya.Keinginan beliau ini baru diketahui setelah ditemukan sebuah guntingan secarik kertas berisi gambar potongan sepatu Bally dalam buku hariannya oleh puteri beliau,setelah Bung Hatta wafat.
Uang yang ditabung beliau tidak pernah cukup untuk membeli sepatu yang diinginkan oleh beliau.Beliau lebih mementingkan uang itu bagi kebutuhan rumah tangga dan membantu kerabat dan saudara yang lebih membutuhkan bantuan dari hanya sekedar memenuhi keinginan pribadi,begitulah prinsip hidup beliau.
Kalau beliau mau tentu dengan sangat mudah bisa mendapatkan sepatu Bally tersebut dengan Kekuasaan dan relasi yang dimiliki atau tinggal menghubungi diplomat yang bertugas di luar negeri pada saat itu.Bung Hatta pada saat itu masih punya pengaruh besar tidak hanya di tanah air,tapi juga di Dunia.Disinilah kita melihat jiwa seorang pemimpin dan tokoh seorang rakyat yang tidak mau memanfaatkan kekuasan dan wewenang yang dimiliki untuk kepentingan pribadi semata.Beliau merasa malu dan tidak pantas untuk menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.Biarkanlah hidup dengan kekurangan dan sederhana dari pada menghinakan diri seperti memanfaatkan kekuasaaan  dan pengaruh untuk kepentingan pribadi.
Kita lihat sekarang ini bagaimana sikap para kebanyakan pemimpin dan anggota Dewan kita yang selalu berlomba untuk memperkaya diri memanfaatkan kekuasaaan tanpa malu-malu berani minta bagian.Kemana hati dan nurani mereka berani bertindak dengan cara seperti itu.Apakah mereka tidak sadar,bagaimana dulu para pahlawan dan tokoh dan pejuang bangsa ini berjuang dengan mengorbankan darah dan harta dan keluarga mereka semua hanya demi bangsa dan negara dan rakyat Indonesia dan meletakkan semua kepentingan hanya untuk bangsa dan negara.
Pada tahun 1956 Bung Hatta mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden R.I,karena tidak sepaham dangan pemikiran dan idelogi Soekarno.Setelah pensiun,keuangan Bung Hatta menjadi sangat sulit,karena uang pensiunnya sangat kecil.Pernah puteri beliau menyarankan agar menarok sebuah bokor sebagai tempat menarok uang buat tamu yang datang berkunjung ke rumah.Bung Hatta  tidak setuju dan marah dengan usul puterinya itu.Beliau juga pernah mengembalikan kelebihan duit pengobatan beliau ke negara.Untuk mengatasi keuangannya pada saat sulit,beliau lebih suka mengirimkan tulisan ke penerbit pada waktu itu.
Walaupun beliau terkadang tidak sepaham dan tidak sejalan dengan pemikiran Bung Karno,namun beliau tetap menjalin persahabatan yang harmonis dengan Bung Karno.Pad saat kejatuhan Bung Karno dan beliau mengalami sakit,saat tidak ada satu pun kalangan pejabat negara yang melihat Bung Karno sakit terbaring,Bung Hatta yang datang dan menghibur Bung Karno di saat itu.Sikapseperti beliau ini sangat jarang  atau tidak pernah kita lihat sekarang ini,dalam kehidupan zaman sekarang yang lebih memuja Hedonisme.
beritajakarta.com.Makam Bung Hatta
beritajakarta.com.Makam Bung Hatta
Bung Hatta,Bapak Bangsa,Proklamator dan Sosok yang hidup sangat sederhana telah meninggalkan kita semua ,beliau wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta saat berusia 77 tahun.Sesuai dengan permintaan beliau yang ingin di makamkan ditempat pemakaman umum,bersama rakyat.Kepergian beliau ketempat perisitrahatan terakhir diantar oleh ribuan rakyat dan diirngi oleh doa serta derai air mata dan ditangisi oleh rakyat  Indonesia.Beliau telah lama pergi meninggalkan kita semua,tapi tauladan dan sikap hidup dan perjuangan yang telah beliau buktikan dan dedikasikan selama hidupnya akan menjadi sejarah abadi bagi negara dan bangsa.Sekarang tinggal kemauan dan niat buat siapa generasi yang akan memimpin bangsa ini dikemudian hari ini untuk mau meniru dan mentauladani sikap dan sifat dari Bung Hatta serta para pahlawan lainnya dalam membangun bangsa dan negara .Kami cuma tulang-tulang berserakan,kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang yang berserakan itu kata Chairil Anwar dalam puisinya Antara Kerawang Bekasi.
Bahkan musisi Iwan Fals sampai  membuatkan lagu khusus untuk mengenang Bung Hatta dengan judul Bung Hatta.Pemimpin yang rendah hati.Saatnya tunas-tunas bangsa kembali diingatkan dan dipatrikan dalam diri mereka nilai luhur dari para pahlawan bangsa ditengah kehidupan yang memuja hedonisme.Salam Kompasiana
Sumber
Bung Hatta dan Sepatu Bally yang ingin dibeli.
ervakurniwan.worldpress.com
Bung Hatta salah satu tokoh Proklamotor kita dan sosok yang selalu hidup dalam keserdehanaan dan jauh dari pengaruh ingin memanfaatkan ketokohan  serta kekuasaan yang dimiliki buat kepentingan pribadi dan keluarga.Bahkan beliau sampai bersumpah tidak akan kawin sebelum Indonesia merdeka.Ucapan dan janji ini bukan hanya sekedar pemanis bibir saja pada rakyat sebagaimana yang kita lihat pada pemimpin sekarang ini.Bung Hatta membuktikan janjinya baru menikah setelah tiga bulan kemerdekaan di proklamirkan.Beliau baru menikah pada uisa 43 tahun,tepatnya pada tanggal 18 November 1945.Mas kawin yang diberikan oleh Bung Hatta pada Ibu Rahmi saat itupun hanya sebuah buku “Alam Pikiran Yunani”karangan beliau sendiri sewaktu di tahan di Banda Neira tahun 1930 an.Pada saat itu Ibu Rahmi berusia 19 tahun.
DR(HC) Drs.H.Mohammad Hatta dilahirkan di Bukittinggi Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Terlahir dengan nama Mohammad Athar .Bung Hatta juga kita kenal sebagai seorang diplomat,negarawan,bapak Koperasi,wakil Presiden I R.I.Sikap beliau yang dikagumi banyak orang adalah sangat sederhana,jujur,santun,hemat.Hidup beliau benar-benar dibaktikan buat kepentingan bangsa dan negara.Penjara sudah tak terhitung kalinya beliau rasakan dalam memperjuangkan bangsa dan negara dari kekuasaan penjajah bersama Soekarno.
keluarga Bung Hatta.nurmuhlis.wordspress.com
keluarga Bung Hatta.nurmuhlis.wordspress.com
Kisah Sepatu Bally dan Mesin Jahit.
Sekitar tahun1950 sewaktu pulang ke rumah Mohammad Hatta yang waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden R.I di tanya oleh sang isteri Rahmi Hatta mengenai kebijaksaaan pemotongan mata uang ORI(Oeang Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1.Hal itu ditanyakan oleh Rahmi karena dengan kebijaksaan itu dia tidak bisa membeli mesin jahit yang sudah lama dididamkan dan dia telah menabung sekian lama untuk mewujudkan mimipinya itu.
Bung Hatta sebagai seorang suami tentu mengerti perasaan isterinya dan berkata pada sang isteri “Sunggguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh negara. Kita coba menabung lagi, ya?” jawab Bung Hatta.
Sepatu Bally adalah merek sepatu yang pernah dimpikan dan diidamkan oleh Bung Hatta semasa hidupnya. Sepatu Bally sangat terkenal pada masa tahun 1950 an.Beliau karena belum mampu untuk membeli sepatu itu,menggunting  potongan iklan sepatu Bally itu dan menyimpannya di buku harian beliau.Sangat mengharukan dari kisah ini,Keinginan beliau ini hanya menjadi impian saja sampai akhir hayatnya.Keinginan beliau ini baru diketahui setelah ditemukan sebuah guntingan secarik kertas berisi gambar potongan sepatu Bally dalam buku hariannya oleh puteri beliau,setelah Bung Hatta wafat.
Uang yang ditabung beliau tidak pernah cukup untuk membeli sepatu yang diinginkan oleh beliau.Beliau lebih mementingkan uang itu bagi kebutuhan rumah tangga dan membantu kerabat dan saudara yang lebih membutuhkan bantuan dari hanya sekedar memenuhi keinginan pribadi,begitulah prinsip hidup beliau.
Kalau beliau mau tentu dengan sangat mudah bisa mendapatkan sepatu Bally tersebut dengan Kekuasaan dan relasi yang dimiliki atau tinggal menghubungi diplomat yang bertugas di luar negeri pada saat itu.Bung Hatta pada saat itu masih punya pengaruh besar tidak hanya di tanah air,tapi juga di Dunia.Disinilah kita melihat jiwa seorang pemimpin dan tokoh seorang rakyat yang tidak mau memanfaatkan kekuasan dan wewenang yang dimiliki untuk kepentingan pribadi semata.Beliau merasa malu dan tidak pantas untuk menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.Biarkanlah hidup dengan kekurangan dan sederhana dari pada menghinakan diri seperti memanfaatkan kekuasaaan  dan pengaruh untuk kepentingan pribadi.
Kita lihat sekarang ini bagaimana sikap para kebanyakan pemimpin dan anggota Dewan kita yang selalu berlomba untuk memperkaya diri memanfaatkan kekuasaaan tanpa malu-malu berani minta bagian.Kemana hati dan nurani mereka berani bertindak dengan cara seperti itu.Apakah mereka tidak sadar,bagaimana dulu para pahlawan dan tokoh dan pejuang bangsa ini berjuang dengan mengorbankan darah dan harta dan keluarga mereka semua hanya demi bangsa dan negara dan rakyat Indonesia dan meletakkan semua kepentingan hanya untuk bangsa dan negara.
Pada tahun 1956 Bung Hatta mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden R.I,karena tidak sepaham dangan pemikiran dan idelogi Soekarno.Setelah pensiun,keuangan Bung Hatta menjadi sangat sulit,karena uang pensiunnya sangat kecil.Pernah puteri beliau menyarankan agar menarok sebuah bokor sebagai tempat menarok uang buat tamu yang datang berkunjung ke rumah.Bung Hatta  tidak setuju dan marah dengan usul puterinya itu.Beliau juga pernah mengembalikan kelebihan duit pengobatan beliau ke negara.Untuk mengatasi keuangannya pada saat sulit,beliau lebih suka mengirimkan tulisan ke penerbit pada waktu itu.
Walaupun beliau terkadang tidak sepaham dan tidak sejalan dengan pemikiran Bung Karno,namun beliau tetap menjalin persahabatan yang harmonis dengan Bung Karno.Pad saat kejatuhan Bung Karno dan beliau mengalami sakit,saat tidak ada satu pun kalangan pejabat negara yang melihat Bung Karno sakit terbaring,Bung Hatta yang datang dan menghibur Bung Karno di saat itu.Sikapseperti beliau ini sangat jarang  atau tidak pernah kita lihat sekarang ini,dalam kehidupan zaman sekarang yang lebih memuja Hedonisme.
beritajakarta.com.Makam Bung Hatta
beritajakarta.com.Makam Bung Hatta
Bung Hatta,Bapak Bangsa,Proklamator dan Sosok yang hidup sangat sederhana telah meninggalkan kita semua ,beliau wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta saat berusia 77 tahun.Sesuai dengan permintaan beliau yang ingin di makamkan ditempat pemakaman umum,bersama rakyat.Kepergian beliau ketempat perisitrahatan terakhir diantar oleh ribuan rakyat dan diirngi oleh doa serta derai air mata dan ditangisi oleh rakyat  Indonesia.Beliau telah lama pergi meninggalkan kita semua,tapi tauladan dan sikap hidup dan perjuangan yang telah beliau buktikan dan dedikasikan selama hidupnya akan menjadi sejarah abadi bagi negara dan bangsa.Sekarang tinggal kemauan dan niat buat siapa generasi yang akan memimpin bangsa ini dikemudian hari ini untuk mau meniru dan mentauladani sikap dan sifat dari Bung Hatta serta para pahlawan lainnya dalam membangun bangsa dan negara .Kami cuma tulang-tulang berserakan,kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang yang berserakan itu kata Chairil Anwar dalam puisinya Antara Kerawang Bekasi.
Bahkan musisi Iwan Fals sampai  membuatkan lagu khusus untuk mengenang Bung Hatta dengan judul Bung Hatta.Pemimpin yang rendah hati.Saatnya tunas-tunas bangsa kembali diingatkan dan dipatrikan dalam diri mereka nilai luhur dari para pahlawan bangsa ditengah kehidupan yang memuja hedonisme.Salam Kompasiana
Sumber
Detail

Sosok Soekarno di Mata Dunia

Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno:

 


Di Negara Adidaya: 


 


Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).



Kalo sekarang SBY ke amrik diperlakukan kayak gini ga ya??




Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961). 



Bersama Mantan negara penjajah 


 


Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).



Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946 




Go International 


 


Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri "Uni Soviet"/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).




Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965). 




Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960). 




Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958). 



Sumber : http://www.whooila.com/
Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno:

 


Di Negara Adidaya: 


 


Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).



Kalo sekarang SBY ke amrik diperlakukan kayak gini ga ya??




Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961). 



Bersama Mantan negara penjajah 


 


Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).



Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946 




Go International 


 


Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri "Uni Soviet"/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).




Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965). 




Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960). 




Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958). 



Sumber : http://www.whooila.com/
Detail

Jokowi Presiden Rakyat Yang Mana Yang Gembira?

NEGARA tak ubahnya dengan sebuah perahu berukuran maha besar dengan penumpang maha banyak. Jika nahkoda perahu itu mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, perahu akan dapat berlayar dengan baik pula, meski diterjang ombak sebesar apa pun, dan akan sampai di tujuan sesuai yang direncanakan. Jika tidak, maka sebaliknya.

Pasca Soeharto lengser dari kursi kepresidenan pada 1998, empat presiden, yakni BJ Habibie, Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), silih berganti menduduki jabatan orang nomor satu di Indonesia ini, bahkan nama yang terakhir menjabat hingga dua periode.
Namun kita menyaksikan sendiri pergantian era Orde Baru dengan era Reformasi yang mengiringi lengsernya Soeharto setelah berkuasa selama 32 tahun, tidak membuat negara ini makin dekat dengan apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa dan para pejuang yang rela mengorbankan nyawanya demi merebut kemerdekaan dari kolinialisme Belanda dan Jepang, yakni negara besar yang adil, makmur, dan rakyatnya sejahtera. Indonesia bahkan telah terjerus dari negara berkembang ke negara miskin.
Pada 2012 silam, sebuah lembaga nirlaba international, The Fund for Peace, menempatkan Indonesia pada urutan ke-63 dari 178 negara yang dikategorikan sebagai negara gagal. Peringkat disusun berdasarkan indikator penanganan masalah dan penegakkan hukum, politik, ekonomi, sosial, dan HAM. Ini menyedihkan mengingat Indonesia termasuk kaya dalam banyak hal, yakni kaya sumber daya manusia (SDM), dan kaya akan sumber daya alam (SDA) yang bertebaran di daratan maupun di perairan.
Kala Era Orde Baru masih berkibar pada 1966 hingga 1998, Indonesia sempat menjadi negara yang membuat negara-negara lain tercengang dengan pertumbuhan ekonominya yang luar biasa, sehingga Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia. Bahkan sebagai negara agraris, Indonesia mampu melakukan swasembada pangan, bahkan mengekspor beras.
Namun, sayangnya, pada Era Orde Baru pula Indonesia tumbuh menjadi negara dengan fundamentalisme ekonomi yang lemah, penegakkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, dan keberpihakan kepada asing yang lebih besar dibanding kepada bangsanya sendiri. Pada masa inilah para pengusaha dan kapitalis asing menjadi anak emas, sehingga regulasi yang dibuat membuka peluang bagi mereka untuk menguasai pangsa pasar dan hasil bumi dengan seluas-luasnya. Sementara para pekerja yang notabene merupakan anak bangsa, juga para pegawai negeri sipil (PNS), ditekan dengan regulasi pemberian gaji/upah yang rendah, jauh di bawah kebutuhan hidup layak (KHL).
Tak hanya itu, sistem kroniisme yang dikembangkan, menumbuhsuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga peluang kerja bagi rakyat kecil menyempit karena untuk mendapat suatu pekerjaan, orang harus membayar uang pelicin yang jumlahnya selangit, dan selalu disandarkan pada hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Kesenjangan antara si miskin dan si kaya pun melebar, karena sistem yang dibangun hanya membuat perputaran sebagian besar uang negara terjadi di sekitar lingkar kekuasaan. Apalagi karena dengan kekuasaan Soeharto, anak, saudara, kerabat dan teman, dapat mengambil apa pun dari negara, termasuk yang sebenarnya milik rakyat.
Ketika krisis moneter meledak pada 1997, sistem yang dibangun Orde Baru kena batunya. Penganakemasan pengusaha terbukti tidak membuat fundametalisme ekonomi menjadi kuat. Meroketnya nilai dolar terhadap rupiah dari Rp2.500 per dolar AS menjadi hingga sempat mencapai Rp13.000 per dolar AS, membuat perekonomian runtuh karena kerajaan bisnis para pengusaha yang dibangun dan dikembangkan dengan berbasis utang dari dalam dan luar negeri, tak mampu tetap berdiri tegak akibat utang yang jatuh tempo tak dapat dibayar.
Imbasnya, harga kebutuhan melonjak ratusan persen, masyarakat marah, dan Soeharto dituntut mundur. Dia menolak. Lalu terjadi kerusuhan yang meluas di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, yang kita kenal dengan Kerusuhan Mei 1998, yang pada akhirnya memaksa sang Penguasa Orde Baru lengser keprabon dengan terpaksa.
Saat Orde Reformasi bergulir pasca lengsernya Soeharto, segenap rakyat berharap banyak dari orde yang lahir berkat gerakan mahasiswa ini. Namun terbukti, orde ini tak mampu memenuhi harapan rakyat karena budaya korupsi warisan Orde Baru hingga kini tetap mencengkeram bangsa ini, dan keleluasaan yang diberikan kepada kapitalis asing semakin nyata memperlihatkan bahwa Indonesia sebenarnya tengah menjalani kolonialisme jilid II yang dilakukan melalui bidang ekonomi. Janji-janji para presiden yang datang silih berganti setelah Soeharto, yang diumbar saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres), semuanya omong kosong.
Pada pemerintahan Gus Dur, pemerintah membuka keran bagi bangsa Yahudi untuk berkiprah dengan leluasa di Indonesia, meski semua orang tahu Yahudi dan gerakan Zionis-nya amat berbahaya karena mereka memiliki agenda untuk menguasai dunia. Tak heran jika pada 1961 Presiden Soekarno melarang organisasi Yahudi apa pun untuk beraktivitas di Indonesia.
Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, aset-aset negara dijual, di antaranya ada yang jatuh ke tangan Yahudi, yakni PT Indosat.
Di era pemerintahan SBY yang mencapai dua periode, keadaan tidak menjadi lebih baik. Kita bahkan dikagetkan oleh dugaan kriminalisasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang sempat berupaya membongkar kasus korupsi pengadaan IT di KPU pada 2009, dan pembobolan keuangan negara melalui pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century yang mencapai Rp6,7 triliun yang diduga melibatkan partai SBY, Partai Demokrat.
Tak hanya itu, sejumlah kader partai SBY juga terlibat kasus korupsi sehingga elektabilitas partai itu terjun bebas dari 20,85 persen pada 2009, menjadi hanya sekitar 7 persen berdasarkan survei terakhir.
Kini, menjelang Pemilu 2014 dimana rakyat Indonesia akan memilih pemimpin baru untuk periode 2014-2019, satu nama baru sedang mencuat dan berkibar, mengalahkan nama-nama lain yang berambisi menjadi presiden pengganti SBY. Nama itu mulai terangkat pada Pemilukada DKI Jakarta 2012, kala berduet dengan politisi Partai Gerindra Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama untuk memperebutkan kursi DKI 1, bersaing dengan incumbent Fauzi Bowo dan pasangan cawagubnya, Nachrowi Ramli, yang sama-sama politisi Partai Demokrat. Hebat, nama itu dan Ahok menang, meski dia besar dan lahir di Solo, Jawa Tengah, dan tak pernah tinggal di Jakarta. Nama itu adalah Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.
Para pengamat menilai, kelebihan nama yang satu ini adalah sifatnya yang sederhana, kesungguhannya dalam berbakti kepada negara dan rakyat dalam mengemban tugas, dan amanah. Dia bahkan dianggap sukses memimpin Kota Solo hingga dua periode.
Begitu nama itu mencuat, perhatian publik terhadapnya amat luar biasa. Dimana pun dia muncul, dia disambut bak selebritis kelas dunia. Bahkan dalam setiap survei tentang pencapresan, namanya selalu muncul di urutan tiga besar. Bahkan beberapa kali di puncak. Mereka yang berambisi menjadi presiden pun, seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda Prabowo Subianto, menginginkannya menjadi cawapres agar elektabilitas Jokowi yang mumpuni, dapat membantu mereka meraih kursi RI-1.
Problemnya sekarang, Jokowi berkali-kali mengatakan ingin fokus membenahi Jakarta hingga masa baktinya sebagai gubernur di Ibukota negara tuntas pada 2017, namun ia juga menyerahkan sepenuhnya nasib perjalanan karir politiknya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai ketua partai dimana ia bernaung. Jika PDIP memutuskan untuk mengusung Jokowi sebagai capres pada 2014, rakyat mungkin akan gembira. Jika tidak, rakyat akan bingung memilih satu di antara sejumlah politikus yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai capres tahun depan.
Berangkat dari persoalan ini, kita menyadari bahwa bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanatnya dengan baik seperti ketika Jokowi menjadi walikota Solo. Bangsa ini juga merindukan figur pemimpin seperti Jokowi yang tak segan-segan mendatangi rakyatnya melalui program blusukan yang dilakukan setiap hari, rindu pada pemimpin yang tak hanya menerima laporan dari anak buah, melainkan turun langsung ke lapangan melihat kondisi ril masyarakat, dan rindu pada pemimpin berkepribadian sederhana namun berkualitas, bukan pemimpin yang hanya pintar melakukan pencitraan demi mendongkrak elektabilitasnya.
Jokowi adalah figur ril pemimpin dambaan rakyat Indonesia saat ini, dan sayangnya saat ini baru satu figur seperti ini yang telah muncul ke permukaan. Jika saja ada dua, tiga, atau seribu figur seperti Jokowi di Indonesia, para the founding father dan para pejuang yang kini hidup di alam sana, pasti tersenyum karena apa yang mereka cita-citakan puluhan tahun lalu, di masa perjuangan, Insya Allah akan menjadi kenyataan. Indonesia butuh seorang Satria Piningit, dan Jokowi mungkin Satria Piningit itu. [KbrNet/Slm]
Source: obornews.com

JOKOWI PRESIDEN RAKYAT GEMBIRA

Popularitas Jokowi Melambung

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA — Hasil survei Kompas dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang kian meroket menjadi isyarat bagi politisi generasi tua untuk bisa menerima kenyataan dan tidak memaksakan kehendak pada Pilpres 2014. Munculnya figur-figur di luar senior telah menandakan bahwa generasi muda politisi Indonesia telah bermunculan dengan mengandalkan kinerja ketimbang pencitraan.
Demikian pendapat yang disampaikan secara terpisah oleh pengajar ilmu politik di Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi, serta peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, Senin (26/8/2013).
Survei yang dilakukan Litbang Kompas menampilkan popularitas Jokowi meroket dari 17,7 persen pada Desember 2012 menjadi 32,5 persen pada Juni 2013. Sementara empat nama lainnya jauh di bawahnya, yaitu Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan Aburizal Bakrie.
”Hasil ini seharusnya jadi tanda bagi politisi senior mengenai munculnya para politisi muda yang tampil berkat kerja mereka,” ujar Muradi.
Fenomena ini sebaiknya dijadikan pelajaran bagi partai politik untuk mendorong munculnya calon pemimpin yang mengutamakan kerja daripada pencitraan. Oleh karena itu, konvensi yang dilakukan Partai Demokrat ataupun rapat pimpinan nasional yang diusung Partai Golkar bukanlah jalan yang ideal.
Pengamat politik Kristiadi mengatakan, hasil survei ini juga menjadi konfirmasi atas berbagai survei yang digelar sebelumnya dan menempatkan Jokowi selaku pemuncak.
Hasil ini juga menjadi cerminan atas sentimen publik terhadap Jokowi yang terbukti memberi manfaat bagi masyarakat dan mampu menyelesaikan permasalahan yang gagal dituntaskan gubernur terdahulu.
”Munculnya Jokowi menjadi harapan bagi masyarakat yang telah apatis terhadap politik. Tidak jarang mereka bahkan membela habis-habisan kebijakan yang sudah dibuat Jokowi,” ujar Kristiadi.
Baik Muradi maupun Kristiadi sepakat, Jokowi masih harus menunggu restu dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju. Keduanya pun menyarankan Megawati agar berbesar hati dan mendorong tampilnya kader muda ke kancah nasional.
Muradi juga berpendapat, popularitas Jokowi akan terganggu apabila Megawati memaksakan diri untuk maju dan menggandengnya sebagai wakil.
Salah satu skenario ideal adalah mengusung Jokowi sebagai presiden dan berpasangan dengan figur profesional. Dari figur politisi tua, hanya Jusuf Kalla yang disebut Muradi paling pantas berpasangan dengan Jokowi karena memiliki kesamaan dalam cara menyelesaikan masalah.
Menanggapi survei ini, seperti biasa Jokowi tak mau berkomentar panjang. ”Yang itu biar masyarakat yang jawab. Jangan tanya saya dong. Biarlah masyarakat yang menilai,” katanya. (Didit Putra Erlangga Rahardjo, Sonya Helen Sinombor)
 sumber http://www.citizenjurnalism.com/

NEGARA tak ubahnya dengan sebuah perahu berukuran maha besar dengan penumpang maha banyak. Jika nahkoda perahu itu mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, perahu akan dapat berlayar dengan baik pula, meski diterjang ombak sebesar apa pun, dan akan sampai di tujuan sesuai yang direncanakan. Jika tidak, maka sebaliknya.

Pasca Soeharto lengser dari kursi kepresidenan pada 1998, empat presiden, yakni BJ Habibie, Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), silih berganti menduduki jabatan orang nomor satu di Indonesia ini, bahkan nama yang terakhir menjabat hingga dua periode.
Namun kita menyaksikan sendiri pergantian era Orde Baru dengan era Reformasi yang mengiringi lengsernya Soeharto setelah berkuasa selama 32 tahun, tidak membuat negara ini makin dekat dengan apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa dan para pejuang yang rela mengorbankan nyawanya demi merebut kemerdekaan dari kolinialisme Belanda dan Jepang, yakni negara besar yang adil, makmur, dan rakyatnya sejahtera. Indonesia bahkan telah terjerus dari negara berkembang ke negara miskin.
Pada 2012 silam, sebuah lembaga nirlaba international, The Fund for Peace, menempatkan Indonesia pada urutan ke-63 dari 178 negara yang dikategorikan sebagai negara gagal. Peringkat disusun berdasarkan indikator penanganan masalah dan penegakkan hukum, politik, ekonomi, sosial, dan HAM. Ini menyedihkan mengingat Indonesia termasuk kaya dalam banyak hal, yakni kaya sumber daya manusia (SDM), dan kaya akan sumber daya alam (SDA) yang bertebaran di daratan maupun di perairan.
Kala Era Orde Baru masih berkibar pada 1966 hingga 1998, Indonesia sempat menjadi negara yang membuat negara-negara lain tercengang dengan pertumbuhan ekonominya yang luar biasa, sehingga Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia. Bahkan sebagai negara agraris, Indonesia mampu melakukan swasembada pangan, bahkan mengekspor beras.
Namun, sayangnya, pada Era Orde Baru pula Indonesia tumbuh menjadi negara dengan fundamentalisme ekonomi yang lemah, penegakkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, dan keberpihakan kepada asing yang lebih besar dibanding kepada bangsanya sendiri. Pada masa inilah para pengusaha dan kapitalis asing menjadi anak emas, sehingga regulasi yang dibuat membuka peluang bagi mereka untuk menguasai pangsa pasar dan hasil bumi dengan seluas-luasnya. Sementara para pekerja yang notabene merupakan anak bangsa, juga para pegawai negeri sipil (PNS), ditekan dengan regulasi pemberian gaji/upah yang rendah, jauh di bawah kebutuhan hidup layak (KHL).
Tak hanya itu, sistem kroniisme yang dikembangkan, menumbuhsuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga peluang kerja bagi rakyat kecil menyempit karena untuk mendapat suatu pekerjaan, orang harus membayar uang pelicin yang jumlahnya selangit, dan selalu disandarkan pada hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Kesenjangan antara si miskin dan si kaya pun melebar, karena sistem yang dibangun hanya membuat perputaran sebagian besar uang negara terjadi di sekitar lingkar kekuasaan. Apalagi karena dengan kekuasaan Soeharto, anak, saudara, kerabat dan teman, dapat mengambil apa pun dari negara, termasuk yang sebenarnya milik rakyat.
Ketika krisis moneter meledak pada 1997, sistem yang dibangun Orde Baru kena batunya. Penganakemasan pengusaha terbukti tidak membuat fundametalisme ekonomi menjadi kuat. Meroketnya nilai dolar terhadap rupiah dari Rp2.500 per dolar AS menjadi hingga sempat mencapai Rp13.000 per dolar AS, membuat perekonomian runtuh karena kerajaan bisnis para pengusaha yang dibangun dan dikembangkan dengan berbasis utang dari dalam dan luar negeri, tak mampu tetap berdiri tegak akibat utang yang jatuh tempo tak dapat dibayar.
Imbasnya, harga kebutuhan melonjak ratusan persen, masyarakat marah, dan Soeharto dituntut mundur. Dia menolak. Lalu terjadi kerusuhan yang meluas di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, yang kita kenal dengan Kerusuhan Mei 1998, yang pada akhirnya memaksa sang Penguasa Orde Baru lengser keprabon dengan terpaksa.
Saat Orde Reformasi bergulir pasca lengsernya Soeharto, segenap rakyat berharap banyak dari orde yang lahir berkat gerakan mahasiswa ini. Namun terbukti, orde ini tak mampu memenuhi harapan rakyat karena budaya korupsi warisan Orde Baru hingga kini tetap mencengkeram bangsa ini, dan keleluasaan yang diberikan kepada kapitalis asing semakin nyata memperlihatkan bahwa Indonesia sebenarnya tengah menjalani kolonialisme jilid II yang dilakukan melalui bidang ekonomi. Janji-janji para presiden yang datang silih berganti setelah Soeharto, yang diumbar saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres), semuanya omong kosong.
Pada pemerintahan Gus Dur, pemerintah membuka keran bagi bangsa Yahudi untuk berkiprah dengan leluasa di Indonesia, meski semua orang tahu Yahudi dan gerakan Zionis-nya amat berbahaya karena mereka memiliki agenda untuk menguasai dunia. Tak heran jika pada 1961 Presiden Soekarno melarang organisasi Yahudi apa pun untuk beraktivitas di Indonesia.
Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, aset-aset negara dijual, di antaranya ada yang jatuh ke tangan Yahudi, yakni PT Indosat.
Di era pemerintahan SBY yang mencapai dua periode, keadaan tidak menjadi lebih baik. Kita bahkan dikagetkan oleh dugaan kriminalisasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang sempat berupaya membongkar kasus korupsi pengadaan IT di KPU pada 2009, dan pembobolan keuangan negara melalui pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century yang mencapai Rp6,7 triliun yang diduga melibatkan partai SBY, Partai Demokrat.
Tak hanya itu, sejumlah kader partai SBY juga terlibat kasus korupsi sehingga elektabilitas partai itu terjun bebas dari 20,85 persen pada 2009, menjadi hanya sekitar 7 persen berdasarkan survei terakhir.
Kini, menjelang Pemilu 2014 dimana rakyat Indonesia akan memilih pemimpin baru untuk periode 2014-2019, satu nama baru sedang mencuat dan berkibar, mengalahkan nama-nama lain yang berambisi menjadi presiden pengganti SBY. Nama itu mulai terangkat pada Pemilukada DKI Jakarta 2012, kala berduet dengan politisi Partai Gerindra Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama untuk memperebutkan kursi DKI 1, bersaing dengan incumbent Fauzi Bowo dan pasangan cawagubnya, Nachrowi Ramli, yang sama-sama politisi Partai Demokrat. Hebat, nama itu dan Ahok menang, meski dia besar dan lahir di Solo, Jawa Tengah, dan tak pernah tinggal di Jakarta. Nama itu adalah Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.
Para pengamat menilai, kelebihan nama yang satu ini adalah sifatnya yang sederhana, kesungguhannya dalam berbakti kepada negara dan rakyat dalam mengemban tugas, dan amanah. Dia bahkan dianggap sukses memimpin Kota Solo hingga dua periode.
Begitu nama itu mencuat, perhatian publik terhadapnya amat luar biasa. Dimana pun dia muncul, dia disambut bak selebritis kelas dunia. Bahkan dalam setiap survei tentang pencapresan, namanya selalu muncul di urutan tiga besar. Bahkan beberapa kali di puncak. Mereka yang berambisi menjadi presiden pun, seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda Prabowo Subianto, menginginkannya menjadi cawapres agar elektabilitas Jokowi yang mumpuni, dapat membantu mereka meraih kursi RI-1.
Problemnya sekarang, Jokowi berkali-kali mengatakan ingin fokus membenahi Jakarta hingga masa baktinya sebagai gubernur di Ibukota negara tuntas pada 2017, namun ia juga menyerahkan sepenuhnya nasib perjalanan karir politiknya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai ketua partai dimana ia bernaung. Jika PDIP memutuskan untuk mengusung Jokowi sebagai capres pada 2014, rakyat mungkin akan gembira. Jika tidak, rakyat akan bingung memilih satu di antara sejumlah politikus yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai capres tahun depan.
Berangkat dari persoalan ini, kita menyadari bahwa bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanatnya dengan baik seperti ketika Jokowi menjadi walikota Solo. Bangsa ini juga merindukan figur pemimpin seperti Jokowi yang tak segan-segan mendatangi rakyatnya melalui program blusukan yang dilakukan setiap hari, rindu pada pemimpin yang tak hanya menerima laporan dari anak buah, melainkan turun langsung ke lapangan melihat kondisi ril masyarakat, dan rindu pada pemimpin berkepribadian sederhana namun berkualitas, bukan pemimpin yang hanya pintar melakukan pencitraan demi mendongkrak elektabilitasnya.
Jokowi adalah figur ril pemimpin dambaan rakyat Indonesia saat ini, dan sayangnya saat ini baru satu figur seperti ini yang telah muncul ke permukaan. Jika saja ada dua, tiga, atau seribu figur seperti Jokowi di Indonesia, para the founding father dan para pejuang yang kini hidup di alam sana, pasti tersenyum karena apa yang mereka cita-citakan puluhan tahun lalu, di masa perjuangan, Insya Allah akan menjadi kenyataan. Indonesia butuh seorang Satria Piningit, dan Jokowi mungkin Satria Piningit itu. [KbrNet/Slm]
Source: obornews.com

JOKOWI PRESIDEN RAKYAT GEMBIRA

Popularitas Jokowi Melambung

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA — Hasil survei Kompas dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang kian meroket menjadi isyarat bagi politisi generasi tua untuk bisa menerima kenyataan dan tidak memaksakan kehendak pada Pilpres 2014. Munculnya figur-figur di luar senior telah menandakan bahwa generasi muda politisi Indonesia telah bermunculan dengan mengandalkan kinerja ketimbang pencitraan.
Demikian pendapat yang disampaikan secara terpisah oleh pengajar ilmu politik di Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi, serta peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, Senin (26/8/2013).
Survei yang dilakukan Litbang Kompas menampilkan popularitas Jokowi meroket dari 17,7 persen pada Desember 2012 menjadi 32,5 persen pada Juni 2013. Sementara empat nama lainnya jauh di bawahnya, yaitu Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan Aburizal Bakrie.
”Hasil ini seharusnya jadi tanda bagi politisi senior mengenai munculnya para politisi muda yang tampil berkat kerja mereka,” ujar Muradi.
Fenomena ini sebaiknya dijadikan pelajaran bagi partai politik untuk mendorong munculnya calon pemimpin yang mengutamakan kerja daripada pencitraan. Oleh karena itu, konvensi yang dilakukan Partai Demokrat ataupun rapat pimpinan nasional yang diusung Partai Golkar bukanlah jalan yang ideal.
Pengamat politik Kristiadi mengatakan, hasil survei ini juga menjadi konfirmasi atas berbagai survei yang digelar sebelumnya dan menempatkan Jokowi selaku pemuncak.
Hasil ini juga menjadi cerminan atas sentimen publik terhadap Jokowi yang terbukti memberi manfaat bagi masyarakat dan mampu menyelesaikan permasalahan yang gagal dituntaskan gubernur terdahulu.
”Munculnya Jokowi menjadi harapan bagi masyarakat yang telah apatis terhadap politik. Tidak jarang mereka bahkan membela habis-habisan kebijakan yang sudah dibuat Jokowi,” ujar Kristiadi.
Baik Muradi maupun Kristiadi sepakat, Jokowi masih harus menunggu restu dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju. Keduanya pun menyarankan Megawati agar berbesar hati dan mendorong tampilnya kader muda ke kancah nasional.
Muradi juga berpendapat, popularitas Jokowi akan terganggu apabila Megawati memaksakan diri untuk maju dan menggandengnya sebagai wakil.
Salah satu skenario ideal adalah mengusung Jokowi sebagai presiden dan berpasangan dengan figur profesional. Dari figur politisi tua, hanya Jusuf Kalla yang disebut Muradi paling pantas berpasangan dengan Jokowi karena memiliki kesamaan dalam cara menyelesaikan masalah.
Menanggapi survei ini, seperti biasa Jokowi tak mau berkomentar panjang. ”Yang itu biar masyarakat yang jawab. Jangan tanya saya dong. Biarlah masyarakat yang menilai,” katanya. (Didit Putra Erlangga Rahardjo, Sonya Helen Sinombor)
 sumber http://www.citizenjurnalism.com/
Detail

Sengman Tjahja Sahabat Karib SBY ?

Sengman Tjahja Sahabat Karib SBY ?

Jakarta – Istana Kepresidenan kembali diterpa isu korupsi. Kali ini mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Percakapan penyadapan telepon dan kesaksian Ridwan Hakim, putera Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminudin, tak tanggung-tanggung menyebut Presiden SBY.
Sebagaimana diberitakan, dalam sidang dengan terdakwaAhmad Fathanah, Ridwan Hakim bilang bahwa ada seorang bernama Sengman Tjahja, utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang membawa uang Rp40 miliar.
Pihak Istana pun ramai-ramai meresponnya dengan membantah Sengman Tjahja merupakan utusan Presiden SBY. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,”… “Presiden yang mana? Presiden kan banyak to, bisa presiden ini presiden itu. Presiden A, B, C kan. Yang pasti kalau dari presiden SBY saya pastikan tidak ada,” kata Julian di Istana Negara, Jumat 30 Agustus 2013
Hal senada juga ditegaskan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie yang membantah Sengman merupakan utusan Presiden SBY. Meski, Marzuki tidak menampik bila dirinya kenal dengan pengusaha asal Palembang itu. Marzuki Alie menilai ada kebohongan dalam kesaksian Ridwan Hakim, putra ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2013.
Menurutnya Marzuki, nama Sengman memang tidak asing dilingkungan Demokrat. Pasalnya ia juga pernah bertemu Sengman, namun ia menjelaskan Sengman adalah orang yang suka menjual nama orang lain, termasuk Presiden SBY, demi kepentingan diri sendiri. “Itu bohong saja. Mungkin dia jual nama. Bohong lah itu,” kata Marzuki Alie, di Jakarta 30 Agustus 2013.
Tak ketinggalan, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, ikut menepis tudingan Ridwan Hakim. Ia mengatakan pihak istana berhak untuk diam dan tidak mengomentari tudingan tersebut. Namun, Nurhayati yakin bila tudingan putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin itu adalah fitnah. “Itu fitnah, mana mungkin. Apalagi menyebut SBY. Proses hukum kan berjalan, itu fitnah kenapa harus teriak sana, teriak sini. Negara ini kan negara hukum biarlah hukum berjalan,” jelas Nurhayati seperti dikutip Okezone, Sabtu 31 Agustus 2013.
Bagi Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat itu sikap istana sudah tepat untuk tidak menanggapinya. Dia juga menantang agar Ridwan tak hanya berkoar di media saja. “Kalau ada bukti serahkan saja, silahkan. Enggak usah teriak-teriak. Tetapi jangan fitnah, jangan karena disebut terus menuding yang lain juga. Kalaupun pernyataan dipersidangan harus disertai bukti,” pungkasnya.
Kendati demikian, Ekonom senior yang juga Menko Perekonomia era Gus Dur, DR Rizal Ramli, meminta agar Istana jujur untuk mengakui bahwa Sengman Tjahja adalah orang dekat Istana. Ia tahu banyak tentang sosok Sengman Tjahja, pengusaha yang disebut-sebut utusan Presiden SBY dan menerima Rp40 miliar dari PT Indoguna Utama. Rizal Ramli memastikan SBY sangat mengenal Sengman. Perkenalan keduanya sudah berlangsung cukup lama, terjalin sebelum SBY menjadi presiden dan masih aktif di militer.
Rizal Ramli menyesalkan pengakuan Istana yang menyatakan tidak mengenal Sengman, pengusaha utusan Presiden SBY yang disebut dalam persidangan kasus impor daging sapi. Menurut dia, pernyataan tersebut tak lebih sebagai kebohongan Istana. “Saya kaget Istana tidak kenal (Sangiman). Itu lucu. Bilang saja kenal tapi (SBY) tidak ada apa-apa dalam kasus tersebut,” ujar Rizal Ramli kepada wartawan di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2013.
Rizal Ramli yang bersama SBY pernah menjadi tulang punggung kabinet Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, tahu banyak soal sosok Sengman. Menurut dia, Sengman merupakan pengusaha di bidang perhotelan dan properti asal Palembang, Sumatera Selatan. Sengman lah yang membiayai SBY di awal-awal masuk dunia politik. “Saya prihatin kalau sekarang Istana mengaku tidak kenal Sengman. Kok tidak ingat budi orang,” ucap Rizal Ramli.
Dikatakan Rizal Ramli, perkenalan SBY dengan Sengman sudah berlangsung cukup lama, terjalin sebelum SBY menjadi presiden. SBY mengenal Sengman saat menjalankan dinas militer sebagai Pangdam II Sriwijaya, dimana Sengman saat itu berbisnis lotre (perjudian). “Saya kira sama keluarga Istana dia (Sengman) komunikasi. Akui saja dengan jujur, jangan berbohong,” kata Rizal Ramli sembari menyebut sangat gampang membuktikan SBY berteman dengan Sengman, dimana bisa dilihat dari poto-poto dimana keduanya bersanding akrab.
Sementara itu mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie M Massardi mengatakan, Sengman telah menjadi salah satu sumber keuangan Partai Demokrat sejak 2004. “Setelah SBY (jadi) Presiden, perannya nyaris setara Liem Sioe Liong bagi Pak Harto (orde baru). Tapi bila Lim Sioe Liong lebih berjarak dengan pak Harto, Sengman tidak, karena dia bebas keluar masuk Istana,” kata Adhie Sabtu 31 Agustus 2013.
Adhie mengatakan, hubungan SBY dan Sengman terjadi pada tahun 1996. Saat itu Sengman yang merupakan pengusaha asal Palembang bertemu SBY yang menjabat sebagai Pangdam II Sriwijaya. Saat SBY menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Hukum (Menko Polhukam), Sengman banyak dikenalkan kepada pejabat di pusat. Sengman pula yang disebut mendorong SBY terjun ke politik praktis. Ia juga sempat menjadi Tim Sukses SBY saat maju sebagai Calon Presiden di Pemilu 2004.
JIKA MERUJUK NAMA SENGMAN TJAHJA, SEORANG PENGUSAHA KAYA RAYA ASAL SUMATRA SELATAN, SEPERTNYA TIDAK MUNGKIN PRESIDEN YUDHOYONO TIDAK MENGENALNYA. APALAGI, PRESIDEN YUDHOYONO PERNAH BERTUGAS DI SUMSEL SEBAGAI PANGDAM SRIWIJAYA. TENTU SEBAGAI ORANG YANG PERNAH BERTUGAS DI SUMATERA SELATAN, TAHU SENGMAN YANG DIMAKSUD.
Hubungan Sengman Tjahja dan Presiden SBY dan keluarga bukanlah hubungan yang biasa. Buktinya, Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara pernikahan putri Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 lalu.
Hal tersebut terungkap di laman resmi Polda Metro Jaya ihwal acara pernikahan anak Sengman Tjahja. Dalam situs remi Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya yang dirilis 30 Oktober 2008 pukul 19.30 WIB, tertulis Presiden SBY menghadiri pernikahan anak Sengman. “Resepsi Pernikahan Karen Tjahja & Slandy Karlam diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja & Keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Jakarta Pusat. Penanggung jawab acara Panitia Pernikahan dan akan dihadiri sekitar 2.500 orang. Kegiatan akan dihadiri Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono,” demikian tulis situs tersebut.
Tempo Interaktif
Malang-Melintang di Palembang
Foto Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) terpajang di belakang ruang resepsionis Hotel Princess, Kompleks Ilir Barat Permai, Palembang. Presiden dan Ibu Ani, yang berbusana muslim, tersenyum lebar. Tak ada yang salah dengan pemasangan foto itu. Masyarakat Palembang pun mafhum soal kedekatan Sengman Tjahja, pemilik hotel tersebut, dengan Yudhoyono.
Banyak narasumber di Palembang menyebutkan Sengman mengenal Yudhoyono jauh sebelum menjadi presiden. Sengman merintis persahabatan sejak SBY-panggilan akrab Yudhoyono-menjabat Panglima Daerah Militer Sriwijaya pada 1996-1997. Ketika itu Sengman adalah pengusaha di Kota Pempek.
Persahabatan mereka setidaknya terlihat ketika Sengman menghadiri wisuda Agus Harimurti, anak sulung Yudhoyono, di Nanyang Technological University, Singapura, Juli lima tahun silam. Presiden Yudhoyono juga hadir pada resepsi pernikahan anak Sengman bernama Karen Tjahja dengan Slandy Karlam di grand ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Oktober 2008.
Sengman, saat dihubungi lewat sambungan telepon, tak mau banyak berkomentar tentang pertemanannya dengan Presiden. “Saya sedang di luar kota,” ujarnya buru-buru mengakhiri percakapan. Adapun Heru Lelono, anggota Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mengatakan tak tahu sejauh mana pertemanan Presiden dengan Sengman. “Saya tak tahu apakah Presiden mengenal Sengman atau tidak,” ujar Heru kepada Tempo di Jakarta, Kamis pekan lalu. “Yang jelas, Pak SBY punya banyak teman.”
Di Palembang, Sengman dikenal sebagai pengusaha properti. Situs berita tempointeraktif.com  pada Juni 2005 pernah memberitakan kakek tiga cucu ini. Ketika itu Sengman menjadi Direktur Utama PT Bayu Jaya Lestari Sukses, pengembang kompleks terpadu Mal Palembang Square. Pembangunan properti ini merupakan bagian dari persiapan Sumatera Selatan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional, September 2004.
Proyek pembangunan Palembang Square ramai dibicarakan karena ada dugaan penyelewengan pemberian izin hak pakai atas tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Masalah pokoknya adalah pengalihan fungsi tanah seluas 56.217 meter persegi di kawasan strategis eks Taman Ria Sriwijaya itu ke perusahaan milik Sengman.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan membentuk panitia khusus menyelidiki dugaan ini. Sengman merespons pembentukan panitia khusus itu, dan menyatakan berkomitmen menyelesaikan pembangunan Palembang Square. “Saya yakin masalahnya clear dan bisa diluruskan,” katanya saat itu.
Belakangan Sengman mengalihkan kepemilikan Palembang Square kepada Grup Lippo pada 2008. Pengalihan ini juga menimbulkan masalah karena Sengman dianggap berjalan sendiri tanpa melibatkan pemerintah Sumatera Selatan. Sejak ramai-ramai itu, Sengman “menghilang” dari Palembang.
Sengman muncul lagi di Bumi Wong Kito akhir Januari lalu ketika meresmikan Mal Paragon di kawasan Ilir Barat Permai. Pusat belanja ini menampung pengusaha kecil-menengah. Peresmian Paragon dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton. Sengman menyatakan siap berbisnis lagi di Palembang meski Paragon tak semegah Palembang Square.
Kini nama Sengman menjadi buah bibir lagi. Bukan di kalangan pengusaha properti, melainkan di kalangan importir daging. Sengman ikut membantu PT Indoguna Utama mendapatkan jatah kuota impor daging 30 ribu ton.
Sunudyantoro, Arif Ardiansyah (Palembang)
Nama Sengman Tjahja ini terkuak dalam sidang kasus dugaan korupsi di proyek pengurusan sapi impor di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2013. Dalam persidangan disebutkan, orang dekat Ketua Umum Partai Demokrat yang tak lain Presiden SBY, diduga membawa uang Rp 40 miliar milik PT Indoguna Utama. Hal tersebut diungkapkan Ridwan Hakim, Anak Bos PKS Hilmi Aminudin, saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis petang.
Dalam persidangan, Ridwan Hakim pernah ditanya oleh penyidik KPK mengenai uang Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama. Ridwan Hakim mengatakan orang dekat Presiden yang dikenalnya bernama Sengman, membawa uang Rp40 miliar milik PT Indoguna Utama. “Kalau soal Rp40 miliar itu dibawa sama Sengman. Sengman sendiri sudah saya jelaskan ke penyidik. Jadi kalau mau tahu Rp40 miliar itu tanyakan saja ke Sengman,” ujar Ridwan Hakim.
Menanggapi jawaban itu, Hakim Ketua Nawawi Pomolango langsung mendesak siapa yang dimaksud dengan Sengman. “Sengman itu siapa?” Kata Hakim Ketua. “Sengman itu utusan Presiden yang mulia,” jawab Ridwan.. “Presiden apa?” tanya hakim kembali. “Ya Presiden SBY,” timpal Ridwan.
Bahkan dalam sidang jaksa KPK memutar rekaman percakapan via telepon antara rekaman percakapan Fatanah dan Ridwan Hakim anak Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminudin, didengarkan suara Fatanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa Rp 40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Saat ditanya Sengman siapa, Fatanah pun mengatakan dia adalah utusan Presiden SBY.

Ridwan Hakim Sebut Nama Dipo Alam

Tak hanya menyeret nama orang dekat Presiden SBY, Ridwan Hakim dalam rekaman juga menyebut kalau dana yang diduga untuk impor daging itu mengalir ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam. Namun Dipo membantah jika ia kenal dengan Ridwan Hakim dan terlibat dalam kasus tersebut.
Saat ditemui usai melepas rombongan Presiden SBY melakukan kunjungan kerja ke tiga negara eropa, Dipo mengatakan kalau yang dimaksud Ridwan bukanlah dirinya. “Bukan nama saya itu. Itukan bukan Dipo Alam, ada pemain bola namanya Dipo Alam, ada polisi di Lombok namanya Dipo Alam, ada penjahit namanya Dipo Alam, ada warung padang yang punya Dipo Alam,” katanya Ahad 1 September 2013, seperti dikutip inilah.com.
Saat ditanya apakah dia mengenal orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga seorang pengusaha bernama Sengman Tjahja? Dipo pun berkelakar, Sengman yang ia kenal adalah seorang tukang seng. “Yang saya tahu (Sengman) tukang seng,” tukasnya.
Dipo mengaku tidak kenal dengan pengakuan Ridwan bahwa dana Rp40 miliar diberikan melalui utusan bernama Sengman Tjahja. Dipo bahkan menyebut, ini upaya untuk menyeret-nyeret Istana. Apalagi, sebelumnya Fahri Hamzah juga menuduh hal yang sama. “Nggak tahu saya, setelah mendekati, sekarang ke anak dan pimpinan, sebelumnya Fahri, bilang kenal Yudi Setiawan, saya kenalnya Yudi Wowor, itu adik istri saya,” jelasnya.
Dipo menyebut tidak mengenal siapa saja yang disebut di pengadilan Tipikor. Termasuk, nama Ridwan Hakim. “Jadi saya nggak kenal itu siapa Yudi Setiawan, Ridwan Hakim anaknya Hilmi Aminudin,” ucapnya.
Mengenai bunda putri yang juga ada dalam rekaman percakapan Ridwan Hakim dan Luthfi Hasan Ishaaq, Dipo pun mengaku tidak mengenalnya. “Saya kenal bunda, tapi bunda Sri kakak saya, bunda putri siapa yang tahu,” tandasnya. [KbrNet/Slm]
sumber http://www.citizenjurnalism.com/

Sengman Tjahja Sahabat Karib SBY ?

Jakarta – Istana Kepresidenan kembali diterpa isu korupsi. Kali ini mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Percakapan penyadapan telepon dan kesaksian Ridwan Hakim, putera Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminudin, tak tanggung-tanggung menyebut Presiden SBY.
Sebagaimana diberitakan, dalam sidang dengan terdakwaAhmad Fathanah, Ridwan Hakim bilang bahwa ada seorang bernama Sengman Tjahja, utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang membawa uang Rp40 miliar.
Pihak Istana pun ramai-ramai meresponnya dengan membantah Sengman Tjahja merupakan utusan Presiden SBY. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,”… “Presiden yang mana? Presiden kan banyak to, bisa presiden ini presiden itu. Presiden A, B, C kan. Yang pasti kalau dari presiden SBY saya pastikan tidak ada,” kata Julian di Istana Negara, Jumat 30 Agustus 2013
Hal senada juga ditegaskan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie yang membantah Sengman merupakan utusan Presiden SBY. Meski, Marzuki tidak menampik bila dirinya kenal dengan pengusaha asal Palembang itu. Marzuki Alie menilai ada kebohongan dalam kesaksian Ridwan Hakim, putra ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2013.
Menurutnya Marzuki, nama Sengman memang tidak asing dilingkungan Demokrat. Pasalnya ia juga pernah bertemu Sengman, namun ia menjelaskan Sengman adalah orang yang suka menjual nama orang lain, termasuk Presiden SBY, demi kepentingan diri sendiri. “Itu bohong saja. Mungkin dia jual nama. Bohong lah itu,” kata Marzuki Alie, di Jakarta 30 Agustus 2013.
Tak ketinggalan, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, ikut menepis tudingan Ridwan Hakim. Ia mengatakan pihak istana berhak untuk diam dan tidak mengomentari tudingan tersebut. Namun, Nurhayati yakin bila tudingan putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin itu adalah fitnah. “Itu fitnah, mana mungkin. Apalagi menyebut SBY. Proses hukum kan berjalan, itu fitnah kenapa harus teriak sana, teriak sini. Negara ini kan negara hukum biarlah hukum berjalan,” jelas Nurhayati seperti dikutip Okezone, Sabtu 31 Agustus 2013.
Bagi Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat itu sikap istana sudah tepat untuk tidak menanggapinya. Dia juga menantang agar Ridwan tak hanya berkoar di media saja. “Kalau ada bukti serahkan saja, silahkan. Enggak usah teriak-teriak. Tetapi jangan fitnah, jangan karena disebut terus menuding yang lain juga. Kalaupun pernyataan dipersidangan harus disertai bukti,” pungkasnya.
Kendati demikian, Ekonom senior yang juga Menko Perekonomia era Gus Dur, DR Rizal Ramli, meminta agar Istana jujur untuk mengakui bahwa Sengman Tjahja adalah orang dekat Istana. Ia tahu banyak tentang sosok Sengman Tjahja, pengusaha yang disebut-sebut utusan Presiden SBY dan menerima Rp40 miliar dari PT Indoguna Utama. Rizal Ramli memastikan SBY sangat mengenal Sengman. Perkenalan keduanya sudah berlangsung cukup lama, terjalin sebelum SBY menjadi presiden dan masih aktif di militer.
Rizal Ramli menyesalkan pengakuan Istana yang menyatakan tidak mengenal Sengman, pengusaha utusan Presiden SBY yang disebut dalam persidangan kasus impor daging sapi. Menurut dia, pernyataan tersebut tak lebih sebagai kebohongan Istana. “Saya kaget Istana tidak kenal (Sangiman). Itu lucu. Bilang saja kenal tapi (SBY) tidak ada apa-apa dalam kasus tersebut,” ujar Rizal Ramli kepada wartawan di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2013.
Rizal Ramli yang bersama SBY pernah menjadi tulang punggung kabinet Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, tahu banyak soal sosok Sengman. Menurut dia, Sengman merupakan pengusaha di bidang perhotelan dan properti asal Palembang, Sumatera Selatan. Sengman lah yang membiayai SBY di awal-awal masuk dunia politik. “Saya prihatin kalau sekarang Istana mengaku tidak kenal Sengman. Kok tidak ingat budi orang,” ucap Rizal Ramli.
Dikatakan Rizal Ramli, perkenalan SBY dengan Sengman sudah berlangsung cukup lama, terjalin sebelum SBY menjadi presiden. SBY mengenal Sengman saat menjalankan dinas militer sebagai Pangdam II Sriwijaya, dimana Sengman saat itu berbisnis lotre (perjudian). “Saya kira sama keluarga Istana dia (Sengman) komunikasi. Akui saja dengan jujur, jangan berbohong,” kata Rizal Ramli sembari menyebut sangat gampang membuktikan SBY berteman dengan Sengman, dimana bisa dilihat dari poto-poto dimana keduanya bersanding akrab.
Sementara itu mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie M Massardi mengatakan, Sengman telah menjadi salah satu sumber keuangan Partai Demokrat sejak 2004. “Setelah SBY (jadi) Presiden, perannya nyaris setara Liem Sioe Liong bagi Pak Harto (orde baru). Tapi bila Lim Sioe Liong lebih berjarak dengan pak Harto, Sengman tidak, karena dia bebas keluar masuk Istana,” kata Adhie Sabtu 31 Agustus 2013.
Adhie mengatakan, hubungan SBY dan Sengman terjadi pada tahun 1996. Saat itu Sengman yang merupakan pengusaha asal Palembang bertemu SBY yang menjabat sebagai Pangdam II Sriwijaya. Saat SBY menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Hukum (Menko Polhukam), Sengman banyak dikenalkan kepada pejabat di pusat. Sengman pula yang disebut mendorong SBY terjun ke politik praktis. Ia juga sempat menjadi Tim Sukses SBY saat maju sebagai Calon Presiden di Pemilu 2004.
JIKA MERUJUK NAMA SENGMAN TJAHJA, SEORANG PENGUSAHA KAYA RAYA ASAL SUMATRA SELATAN, SEPERTNYA TIDAK MUNGKIN PRESIDEN YUDHOYONO TIDAK MENGENALNYA. APALAGI, PRESIDEN YUDHOYONO PERNAH BERTUGAS DI SUMSEL SEBAGAI PANGDAM SRIWIJAYA. TENTU SEBAGAI ORANG YANG PERNAH BERTUGAS DI SUMATERA SELATAN, TAHU SENGMAN YANG DIMAKSUD.
Hubungan Sengman Tjahja dan Presiden SBY dan keluarga bukanlah hubungan yang biasa. Buktinya, Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara pernikahan putri Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 lalu.
Hal tersebut terungkap di laman resmi Polda Metro Jaya ihwal acara pernikahan anak Sengman Tjahja. Dalam situs remi Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya yang dirilis 30 Oktober 2008 pukul 19.30 WIB, tertulis Presiden SBY menghadiri pernikahan anak Sengman. “Resepsi Pernikahan Karen Tjahja & Slandy Karlam diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja & Keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Jakarta Pusat. Penanggung jawab acara Panitia Pernikahan dan akan dihadiri sekitar 2.500 orang. Kegiatan akan dihadiri Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono,” demikian tulis situs tersebut.
Tempo Interaktif
Malang-Melintang di Palembang
Foto Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) terpajang di belakang ruang resepsionis Hotel Princess, Kompleks Ilir Barat Permai, Palembang. Presiden dan Ibu Ani, yang berbusana muslim, tersenyum lebar. Tak ada yang salah dengan pemasangan foto itu. Masyarakat Palembang pun mafhum soal kedekatan Sengman Tjahja, pemilik hotel tersebut, dengan Yudhoyono.
Banyak narasumber di Palembang menyebutkan Sengman mengenal Yudhoyono jauh sebelum menjadi presiden. Sengman merintis persahabatan sejak SBY-panggilan akrab Yudhoyono-menjabat Panglima Daerah Militer Sriwijaya pada 1996-1997. Ketika itu Sengman adalah pengusaha di Kota Pempek.
Persahabatan mereka setidaknya terlihat ketika Sengman menghadiri wisuda Agus Harimurti, anak sulung Yudhoyono, di Nanyang Technological University, Singapura, Juli lima tahun silam. Presiden Yudhoyono juga hadir pada resepsi pernikahan anak Sengman bernama Karen Tjahja dengan Slandy Karlam di grand ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Oktober 2008.
Sengman, saat dihubungi lewat sambungan telepon, tak mau banyak berkomentar tentang pertemanannya dengan Presiden. “Saya sedang di luar kota,” ujarnya buru-buru mengakhiri percakapan. Adapun Heru Lelono, anggota Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mengatakan tak tahu sejauh mana pertemanan Presiden dengan Sengman. “Saya tak tahu apakah Presiden mengenal Sengman atau tidak,” ujar Heru kepada Tempo di Jakarta, Kamis pekan lalu. “Yang jelas, Pak SBY punya banyak teman.”
Di Palembang, Sengman dikenal sebagai pengusaha properti. Situs berita tempointeraktif.com  pada Juni 2005 pernah memberitakan kakek tiga cucu ini. Ketika itu Sengman menjadi Direktur Utama PT Bayu Jaya Lestari Sukses, pengembang kompleks terpadu Mal Palembang Square. Pembangunan properti ini merupakan bagian dari persiapan Sumatera Selatan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional, September 2004.
Proyek pembangunan Palembang Square ramai dibicarakan karena ada dugaan penyelewengan pemberian izin hak pakai atas tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Masalah pokoknya adalah pengalihan fungsi tanah seluas 56.217 meter persegi di kawasan strategis eks Taman Ria Sriwijaya itu ke perusahaan milik Sengman.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan membentuk panitia khusus menyelidiki dugaan ini. Sengman merespons pembentukan panitia khusus itu, dan menyatakan berkomitmen menyelesaikan pembangunan Palembang Square. “Saya yakin masalahnya clear dan bisa diluruskan,” katanya saat itu.
Belakangan Sengman mengalihkan kepemilikan Palembang Square kepada Grup Lippo pada 2008. Pengalihan ini juga menimbulkan masalah karena Sengman dianggap berjalan sendiri tanpa melibatkan pemerintah Sumatera Selatan. Sejak ramai-ramai itu, Sengman “menghilang” dari Palembang.
Sengman muncul lagi di Bumi Wong Kito akhir Januari lalu ketika meresmikan Mal Paragon di kawasan Ilir Barat Permai. Pusat belanja ini menampung pengusaha kecil-menengah. Peresmian Paragon dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton. Sengman menyatakan siap berbisnis lagi di Palembang meski Paragon tak semegah Palembang Square.
Kini nama Sengman menjadi buah bibir lagi. Bukan di kalangan pengusaha properti, melainkan di kalangan importir daging. Sengman ikut membantu PT Indoguna Utama mendapatkan jatah kuota impor daging 30 ribu ton.
Sunudyantoro, Arif Ardiansyah (Palembang)
Nama Sengman Tjahja ini terkuak dalam sidang kasus dugaan korupsi di proyek pengurusan sapi impor di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2013. Dalam persidangan disebutkan, orang dekat Ketua Umum Partai Demokrat yang tak lain Presiden SBY, diduga membawa uang Rp 40 miliar milik PT Indoguna Utama. Hal tersebut diungkapkan Ridwan Hakim, Anak Bos PKS Hilmi Aminudin, saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis petang.
Dalam persidangan, Ridwan Hakim pernah ditanya oleh penyidik KPK mengenai uang Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama. Ridwan Hakim mengatakan orang dekat Presiden yang dikenalnya bernama Sengman, membawa uang Rp40 miliar milik PT Indoguna Utama. “Kalau soal Rp40 miliar itu dibawa sama Sengman. Sengman sendiri sudah saya jelaskan ke penyidik. Jadi kalau mau tahu Rp40 miliar itu tanyakan saja ke Sengman,” ujar Ridwan Hakim.
Menanggapi jawaban itu, Hakim Ketua Nawawi Pomolango langsung mendesak siapa yang dimaksud dengan Sengman. “Sengman itu siapa?” Kata Hakim Ketua. “Sengman itu utusan Presiden yang mulia,” jawab Ridwan.. “Presiden apa?” tanya hakim kembali. “Ya Presiden SBY,” timpal Ridwan.
Bahkan dalam sidang jaksa KPK memutar rekaman percakapan via telepon antara rekaman percakapan Fatanah dan Ridwan Hakim anak Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminudin, didengarkan suara Fatanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa Rp 40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Saat ditanya Sengman siapa, Fatanah pun mengatakan dia adalah utusan Presiden SBY.

Ridwan Hakim Sebut Nama Dipo Alam

Tak hanya menyeret nama orang dekat Presiden SBY, Ridwan Hakim dalam rekaman juga menyebut kalau dana yang diduga untuk impor daging itu mengalir ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam. Namun Dipo membantah jika ia kenal dengan Ridwan Hakim dan terlibat dalam kasus tersebut.
Saat ditemui usai melepas rombongan Presiden SBY melakukan kunjungan kerja ke tiga negara eropa, Dipo mengatakan kalau yang dimaksud Ridwan bukanlah dirinya. “Bukan nama saya itu. Itukan bukan Dipo Alam, ada pemain bola namanya Dipo Alam, ada polisi di Lombok namanya Dipo Alam, ada penjahit namanya Dipo Alam, ada warung padang yang punya Dipo Alam,” katanya Ahad 1 September 2013, seperti dikutip inilah.com.
Saat ditanya apakah dia mengenal orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga seorang pengusaha bernama Sengman Tjahja? Dipo pun berkelakar, Sengman yang ia kenal adalah seorang tukang seng. “Yang saya tahu (Sengman) tukang seng,” tukasnya.
Dipo mengaku tidak kenal dengan pengakuan Ridwan bahwa dana Rp40 miliar diberikan melalui utusan bernama Sengman Tjahja. Dipo bahkan menyebut, ini upaya untuk menyeret-nyeret Istana. Apalagi, sebelumnya Fahri Hamzah juga menuduh hal yang sama. “Nggak tahu saya, setelah mendekati, sekarang ke anak dan pimpinan, sebelumnya Fahri, bilang kenal Yudi Setiawan, saya kenalnya Yudi Wowor, itu adik istri saya,” jelasnya.
Dipo menyebut tidak mengenal siapa saja yang disebut di pengadilan Tipikor. Termasuk, nama Ridwan Hakim. “Jadi saya nggak kenal itu siapa Yudi Setiawan, Ridwan Hakim anaknya Hilmi Aminudin,” ucapnya.
Mengenai bunda putri yang juga ada dalam rekaman percakapan Ridwan Hakim dan Luthfi Hasan Ishaaq, Dipo pun mengaku tidak mengenalnya. “Saya kenal bunda, tapi bunda Sri kakak saya, bunda putri siapa yang tahu,” tandasnya. [KbrNet/Slm]
sumber http://www.citizenjurnalism.com/
Detail
 
Support : DhifaOutlet | KiosTravel | Meja Online
Copyright © 2014. Dhifa Store - All Rights Reserved
Template Created by Hafidz Ma'mun Published by Dhifa Store
Proudly powered by Blogger